sarumpaet 1

IKHLAS dan SABAR 

Oleh Bapak ustadz H. Darwis  Lc

Rantauprapat I 30 April 2021

Hari Jumat tanggal 30 April 2021 bertempat di ruang Media Center Kantor Pengadilan Agama Rantauprapat dalam kegiatan pembinaan Mental (BINTAL) yang bertepatan dengan 18 Ramadhan 1442 H, Pengadilan Agama Rantauprapat kedatangan seorang tokoh agama Bapak Ustadz H. Darwis , LC yang diundang secara khusus untuk mengisi kegiatan BINTAL pada hari ini. Kegiatan yang dihadiri oleh segenap warga Pengadilan Agama Rantauprapat yakni Ketua ( Drs. H. Ribat, S.H., M.H ), Wakil ( Buniyamin S.Ag ), Panitera ( Drs. Aidil ), Sekretaris ( Joni, S.Ag ), Para Kasubbag, Para Panitera Muda dan segenap Tenaga Kontrak Pengadilan Agama Rantauprapat.

Acara dibuka oleh Bapak Drs. Syaifuddin (Panitera Muda Gugatan), seraya mengucap puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala karena atas ridhonya kita masih bisa melaksanakan Bintal bertepatan dengan hari Jumat yang penuh berkah ini. Kemudian pembawa acara langsung mempersilahkan kepada bapak untuk memberikan tausiahnya.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa, hari ini merupakan hari hari ke-18 Ramadan. Mulai hari ke-11 hingga ke-20 Ramadan ini dikenal sebagai fase ampunan Di bulan yang suci ini, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak berdoa dan memohon kepada Allah sehat walafiat, memohon rezeki yang luas dan mohon panjang umur.
Doa ke 18 Ramadhan : Allahumma nabbihni fi libarakati asharihi, wa nawwir fihi qalbi bidhiyai anwarihi, wa khudz bikulli a’dhai ilat tiba’I atsarihi, binurika ya Munawwira qulubil ‘arifin.

Artinya: Ya Allah, sadarkan aku di dalamnya pada keberkahan waktu-waktu sahur, pancarkan cahaya ke dalam hatiku dengan sinar cahayanya, bimbinglah semua anggota badanku untuk mengikuti jejak-jejaknya, dengan cahaya-Mu wahai Yang Menyinari semua hati kaum ‘arifin.

hari ini jua bertepatan dengan hari Jumat yang merupakan hari yang sangat mulia, seperti hadist riwayat HR Muslim :

خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة

”Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim).

Setiap orang dalam menjalankan hidup terkadang terasa enak, dan terkadang terasa sulit. Terjadinya hal yang demikian, karena dunia ini adalah tempat susah dan senang. Sedangkan tempat yang senang abadi ialah syurga dan tempat yang susah abadi ialah neraka. Dan terkadang kita tertipu dengan sampul seseorang, seseorang yang kelihatan senang namun hakikatnya dia susah begitu juga sebaliknya. Namun setiap manusia menghendaki kehidupan yang senang, tidak satupun manusia yang ingin hidup susah, gelisah dan tidak merasakan ketentraman. Akan tetapi manusia memiliki prinsip dan cara pandang yang berbeda dalam mengukur kebahagiaan, karena yang paling mempengaruh seseorang dalam mengukur kebahagiaan adalah prinsip dan pandangan hidup yang dipijaknya. Bagi seorang Muslim, kebahagiaan tidak selalu berupa kemewahan dan keberlimpahan materi duniawi. Dan anjuran untuk selalu mengharap kabahagiaan dunia dan akhirat.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة

Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat

Kehidupan akhirat jelas jauh lebih utama daripada kehidupan di dunia. Tetapi, bukan berarti kita hanya menjalani kehidupan di dunia ini dengan ala kadarnya saja. Karena kesempatan hidup di dunia adalah karunia yang besar dari Allah SWT. Bagaimana tidak, hidup di dunia adalah kesempatan untuk beribadah kepada Allah, sedangkan kesempatan untuk beribadah kepada-Nya tiada lain merupakan karunia yang sangat besar dari Allah bagi setiap makhluk-Nya. Dan dalam menjalankan kehidupan didunia, sabar adalah kunci utama. Seorang pemimpin sabar terhadap bawahannya, seorang ibu sabar terhadap anak-anaknya, seorang guru sabar terhadap murid-muridnya, karena benar dan ikhlas merupakan kunci dari sebuah suksesnya beribadah yang bersumber dari sabar agar semua amal ibadah diterima oleh Allah. Ikhlas yang datang dari iman, dan benar dalam beribadah datangnya dari sebuah ilmu, oleh karena itu iman dan ilmu tidak dapat dipisahkan dan wajib didampingi dengan kesabaran.

Ikhlasnya seseorang dalam menjalankan ibadahnya tiada yang tau, yang mengetahui diri sendiri dan Allah Subhanahu Wata'ala, oleh karena itu letak ikhlas itu ada didalam iman. Ikhlas dan ilmu tidak dapat dipisahkan dalam melaksanakan ibadah, hanya iblis dan setan yang merupakan sosok pengganggu dalam melaksanakan ibadah yang bisa menggeser ikhlas dan ilmu tersebut. Kembali lagi, sabar adalah kunci utama dalam menghadapi setan dan iblis. Contoh kisah sabarnya nabi Yakub AS saat kehilangan anaknya nabi yusuf AS. Dia tetap melalui ujian berat yang diberikan Allah dengan kesabaran. Kisah Nabi Yusuf AS mengajarkan manusia tentang pentingnya kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian berat yang diberikan Allah SWT. Nabi Yusuf AS merupakan nabi dan rasul ke-11 yang patut diimani. Yusuf adalah anak dari Nabi Yakub AS. Allah SWT mengisahkan Nabi Yusuf dalam Alquran melalui surat Yusuf. Yusuf besar bersama 11 saudaranya yang lain. Karunia wajah tampan dan rupawan yang dimiliki Yusuf menimbulkan rasa iri dalam diri saudara-saudaranya. Rasa iri itu pula yang membuat saudara-saudaranya membuang Nabi Yusuf ke sebuah sumur tanpa sepengetahuan Nabi Yakub. Mereka mengatakan pada sang ayah bahwa Yusuf telah dimakan serigala. Kejadian ini membuat Nabi Yakub terpisah dari Nabi Yusuf selama bertahun-tahun, hingga kemudian bertemu kembali. Itulah buah kesabaran dari Nabi Yakub dan Nabi Yusuf. 

Kisah sabar lainnya dialami oleh Nabi Ayub AS. Pada suatu hari datanglah ujian untuk Nabi Ayub di mana dirinya ditimpa penyakit judzam (kusta atau lepra) serta musibah yang membuat harta serta anaknya hilang. Dan akibatnya, semua orang menjauh dari dirinya. Namun, istri Nabi Ayub masih sabar menemaninya sampai istrinya pun merasa lelah dan mempekerjakan orang lain untuk mengurus Nabi Ayub. Nabi Ayub selalu berdzikir kepada Allah SWT untuk diberikan keselamatan dan juga kesehatan. Cobaan yang dialaminya tidak hanya sebentar, melainkan selama 18 tahun lamanya. Maka dengan kesabaran yang dilakukannya selama 18 tahun, Nabi Ayub akhirnya mendapatkan mukjizat dari Allah SWT. Nabi Ayub diberikan kesehatan setelah mandi dan minum dari air yang dianugerahi oleh Allah SWT. Kehidupan Nabi Ayub pun kembali diberkahi oleh Allah SWT, dan istri, anak, serta hartanya kembali melimpah. Nabi Ayub kembali bersyukur kepada Allah SWT.

Itulah contoh kesabaran yang berbuah manis, oleh karenanya seluruh pegawai Pengadilan Agama Rantauprapat ini harus sabar, dalam menghadapai orang-orang yang mencari keadilan di kantor ini. Dan khususnya dalam bulan suci Ramadhan, sabar merupakan prinsip utama seorang muslim, dan merupakan hikmah dari melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, mudah-mudahan seluruh rangkaian ibadah selama bulan Ramadhan disempurnakan dan diterima oleh Allah.

Demikian Tausiah yang telah disampaikan oleh Ustadz H Darwis , Lc pada Jumat yang penuh berkah ini, semoga kita termasuk golongan orang-orang yang ikhlas dan benar dalam melaksanakan ibadah yang berpedoman pada ikhlas, sehingga segala amal ibadah khususnya dibulan suci Ramadhan ini diterima oleh Allah Subhanahu Wataa'al, Aamiin ya Rabbalalamiin ..  

  • Ketua
  • wakil