Rabiah 1

rabiah 2

 

Rantauprapat I 26 April 2021

Bertempat di ruang Media Center Kantor Pengadilan Agama Rantauprapat. Pada kesempatan kali ini Ibu Dra Rabiah Nasution S.H ( Hakim PA Rantauprapat ) mengisi Pembinaan Mental (BINTAL) yang diadakan setiap hari pada bulan Ramadhan khususnya Ramadhan 1442 H tahun ini. Kegiatan yang penuh berkah ini senantiasa didukung oleh segenap Aparatur Sipil Negara Pengadilan agama Rantauprapat, yang terlihat jelas dari antusias kehadiran para pegawai Pengadilan Agama Rantauprapat mulai dari Ketua ( Drs. H Ribat S.H., M.H ), Wakil Ketua ( Buniyamin Hasibuan, S.Ag), Panitera ( Drs Aidil ), Sekretaris (Joni S.Ag), Para Hakim, Para Panitera Muda, Para Kasubbag, Para CPNS dan Para Tenaga Kontrak / PPNPN Pengadilan Agama Rantauprapat.

Mengawali kegiatan ini seluruh pegawai mengucap Basmallah seraya mengharap Ridho Allah atas segala aktifitas positif yang dilaksanakan. Acara dibuka oleh Bapak Ali Imron S.H selaku pembawa acara, kemudian mempersilahkan Ibu Dra Rabiah Nasution S.H untuk memberi tausiah dengan tema BIRRUL WALIDAIN .

QS. Al-Isra ayat 23

 وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.

Kemudian dalam suatu hadits shahih yang diriwayatkan sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut berbuat baik kepada kedua orang tua sebagai salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah.

سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: «الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ» قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”, “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Rasul menjawab, “Shalat pada (awal) waktunya.” “Kemudian apa lagi?” Nabi Menjawab lagi, “Berbakti kepada kedua orang tua.”Aku bertanya kembali.” “Kemudian apa lagi?” “Kemudian jihad fi Sabilillah.”

Beliau menjelaskan bahwa, Ayat dan hadist tersebut menerangkan bahwa umat Islam wajib berbakti kepada orangtua selama itu tidak bertentangan dengan ajaran agama. Karena hakikat manusia sebagai hamba Allah SWT adalah menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Salah satu perintah Allah yang wajib dilaksanakan oleh seorang Muslim adalah birrul walidain. Birrul walidain adalah bagian dari etika seorang Muslim untuk berbakti kepada kedua orangtua. Sebab, ridho Allah adalah ridho orangtua dan murka Allah adalah murka orangtua. Allah meletakkan hak orang tua (untuk dibaktikan) setelah Hak Allah (untuk diibadahi) dalam ayat Al-Qur'an surah An-Nisa: 36 dan Al-Isra: 23.

Lebih lanjut beliau menjelaskan tentang Amalan Birrul Walidain dalam kehidupan sehari-hari yakni :

1. Mendoakan Orangtua

Doa kepada orangtua baik bagi muslim yang masih memiliki orangtua maupun seorang muslim yang telah ditinggalkan orangtuanya bisa menjadi bukti bakti seorang anak. Panjatkan doa untuk orangtua seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah berikut ini:
 اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
 Allohummaghfirli Waliwaalidayya War Hamhumaa Kama Rabbayaanii Shagiiraa
Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil".
2. Meringankan Beban Orangtua
Orangtua kita telah berjuang agar anak-anaknya memiliki kehidupan yang layak. Cara paling sederhana yang dapat dilakukan untuk orangtua adalah membantu pekerjaan rumah. Selain itu ketika kita telah memiliki penghasilan sendiri, hendaknya sebagian uang tersebut digunakan untuk merawat orangtua.
 3. Tidak Membentak Orangtua
Semarah-marahnya kita kepada orang tua, jangan pernah sampai membentak mereka. Sesungguhnya Allah SWT mengutuk perbuatan tersebut. Seperti yang tersebut dalam Dalam Surat Al-Isra’ ayat 23.
 
Oleh karena itu, marilah manfaatkan kesempatan meraih kebaikan dan kemuliaan dengan berbakti kpada orang tua kita pada bulan Ramadhan yang suci ini. Bulan ramadhan, bulan ampunan, dan bulan birrul walidain. Lelah dan haus yang kita rasa saat puasa sungguh jauh tak sebanding dengan peluh orangtua yang selama ini merawat kita. Sudahkan kita menanyakan kabar Ayah-Bunda jika memang benar-benar belum bisa menemui mereka? Adakah dalam daftar agenda Ramadhan kita “membantu bunda” atau “tarawih bersama Ayah”? Adakah sebait do’a yang selalu kita panjatkan untuk mereka disela-sela keinginan kita?. Semoga kita termasuk golongan orang-orang mementingkan kepentingan seorang ibu dibanding kepentingan pribadi dan menjadikan syurga di bawah telapak kaki ibu.
  • aaaaUCAPAN PELANTIKAN rahmat 2.jpg
  • abCAPAN ribat.jpg
  • bUCAPAN buniyamin.jpg
  • cUCAPAN buRABIAH.jpg