bintal kedua 1 2021

Rantauprapat I 19 Apil 2021

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. 2:183)

Hari Senin tanggal 19 April 2021, merupakan Ramadhan ke - 7 bagi umat islam yang menjalankan puasa, begitupun warga Pengadilan Agama Rantauprapat. Suasana Ramadhan terasa jelas di lingkup organisasi / kantor Pengadilan Agama Rantauprapat dengan adanya kegiatan Pembinaan Mental ( BINTAL ) dan Tadarus yang rutin dilaksanakan setiap hari sejak tanggal 15 April 2021. BINTAL hari ini diisi oleh Bapak Buniyamin Hasibuan, S.Ag ( Wakil Ketua Pengadilan AGama Rantauprapat ) dengan dihadiri seluruh Pegawai Pengadilan AGama Rantauprapat.

Puasa seperti disyariatkan oleh Allah swt kepada hamba-Nya dapat mengubah diri kita menjadi pribadi bertaqwa. Sebagaimana yang termaktub dalam ayat diatas, “La‘allakum tattaqūn”. Inilah yang menjadi prestasi seorang hamba.

“Taqwa ini merupakan harapan, dalam artian, dengan puasa kita menjadi bertaqwa, bukan hanya ketika berpuasa, tapi secara terus menerus, untuk bulan-bulan dan tahun-tahun berikutnya. Taqwa juga merupakan predikat yang harus diupayakan tiap hamba. Taqwa bukan predikat yang bisa kita dapatkan dengan berpangku tangan, sekadar berharap dari Allah swt., tapi ia harus dikejar oleh seorang hamba, dengan niat tulus, ibadah yang sungguh-sungguh, dan mengaplikasikan nilai-nilainya dalam hidup sehari-hari. Sebagai tolak ukur dan kaca perbandingan, apakah kita telah meraihnya atau masih jauh dari targetnya. Dalam al-Qur’ān, telah dijelaskan beberapa indikatornya, antara laoin : Pertama, al-khawf minal Jalīl (rasa takut kepada Allah Yang Maha Agung,Orang bertaqwa semestinya merasa selalu diawasi, kapan pun dan dimanapun, Juga mengakui bahwa selain Allah swt adalah kecil. Kedua, al-‘Amal bi-t-tanzīl (beramal sesuai tuntunan Syari’ah),Disebut bertaqwa jika seseorang itu menjalankan apa yang menjadi perintah Allah swt, dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Puasa inilah latihan utama dalam menerapkannya. Ketiga, ar-Ridhā bil qalīl (ridha dengan yang sedikit), Jiwa manusia menghendaki yang banyak, obsesi tinggi, namun seringkali tidak dibarengi dengan ridha atas ketetapan Allah swt. Dengan puasa, kita diajarkan untuk menerima walaupun sedikit, bersyukur dengan apa yang didapat, serta berkeyakinan penuh bahwa Allah swt telah menciptakan segala sesuai dengan kadarnya, Indikator terakhir, al-isti’dād liyawmi-r-rahīl (menyiapkan untuk kehidupan akhirat). Ya, disebut bertaqwa jika seseorang itu memberikan prioritas untuk kehidupan yang kekal.

Mari, di bulan yang penuh rahmat ini, mohonkanlah pada Allah rahmat-Nya agar kita mampu menjadi pribadi yang taqwa. Juga, berusahalah agar diri kita lulus dari madrasah Ramadhan. Sehingga, melalui puasa, terbentuklah pribadi yang taqwa serta terhindar dari 2 hal :

1. Yang membatalkan puasa

Salah satu keutamaan puasa Ramadhan adalah dikabulkannya doa oleh Allah SWT. Dalam sebuah hadits disebutkan, "Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: Imam yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka dan orang orang yang didzalimi. Doanya diangkat ke awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Tuhan azza wa jalla berfirman: demi kemuliaanku saya pasti menolong engkau setelah ini." (HR. Ahmad). 5 hal yang membatalkan puasa : makan dan minum, hubungan badan waktu puasa, muntah dengan sengaja, keluar air mani secara sengaja, haid/nifas.

2. Yang membatalkan pahala

Tujuan berpuasa adalah menahan diri dari hawa nafsu, bukan sekadar menahan diri dari makan, minum, dan dari segala yang membatalkannya. Boleh jadi seseorang berpuasa, namun puasanya tidak mendapatkan pahala di sisi Allah karena selama berpuasa dia mengerjakan beberapa tindakan yang dapat menggugurkan pahala ibadah puasanya. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga." (HR. Ath-Thabrani). Berkenaan dengan hal-hal yang membatalkan pahala puasa, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumiddin mengutip hadis Rasulullah SAW. Nabi SAW bersabda, "Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa, yaitu (1) berdusta; (2) berghibah; (3) mengadu domba; (4) bersumpah palsu; dan (5) memandang dengan syahwat." (HR. Ad-Dailami).

Demikianlah beberapa perbuatan yang dapat menggugurkan pahala puasa. Semoga kita tidak termasuk pada kategori tersebut. Berusaha untuk memelihara puasa dari hal-hal yang membatalkan pahalanya, sehingga kita dapat mencapai kualitas dan kuantitas taqwa.

bintal kedua 2 2021

  • aaaaUCAPAN PELANTIKAN rahmat 2.jpg
  • abCAPAN ribat.jpg
  • bUCAPAN buniyamin.jpg
  • cUCAPAN buRABIAH.jpg