bintal pertama1 2021Rantauprapat I Kamis, 15 April 2021

Bertempat di ruang Media Center Kantor Pengadilan Agama Rantauprapat kelas I-B di bulan suci Ramadhan 1442 H, Pengadilan Agama Rantauprapat telah menjadwalkan kegiatan Pembinaan Mental ( BINTAL ) yang dilaksanakan setiap hari senin Sampai dengan Kamis dengan penceramah oleh beberapa Hakim Pengadilan Agama Rantauprapat. Pada hari ini Kamis tanggal 15 April 2021, BINTAL perdana dilaksanakan dengan penceramah Bapak Drs. H. Ribat S.H., M.H ( Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat ) dengan dihadiri seluruh pegawai Pengadilan Agama Rantauprapat.

Surah Al-Baqarah ayat 183 membahas tentang puasa. Puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan diri dari berpuasa, seperti makan, minum, dan hawa nafsu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari. Puasa dilakukan untuk mendapat ridha Allah, sehingga menjadi orang yang bertaqwa. Sebagaimana yang telah Allah jelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 183.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba 'alallażīna ming qablikum la'allakum tattaqụn

Terjemah Arti: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Kata puasa dalam bahasa adalah hasil terjamahan dari bahasa Arab yang diambil dari shaum atau shiyam.Dalam bahasa Arab kata shaum atau shiyam diartikan dengan imsak yang berarti menahan. Di dalam Al-Qur'an kata shaum menunjukkan makna lebih umum ketimbang shaum yang justru sering digunakan untuk menunjukkan makna yang lebih khusus yaitu berpuasa dengan menahan makan dan minum.

Ibadah puasa memiliki kedudukan istimewa dibandingkan dengan jenis ibadah lain, khususnya puasa Ramadan. Terlebih puasa Ramadan juga menjadi sebagai bagian dari salah satu rukun Islam, termasuk pula puasa sebagai ibadah yang mendapatkan pahala langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dari salah satu keistimewaan ibadah puasa, aroma bau mulut orang yang sedang berpuasa disebutkan lebih wangi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, daripada aroma wangi misyk (salah satu jenis minyak wangi). Bahkan jika ada orang yang mengajak bertengkar, umat Islam diminta menahan diri dan berkata; ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa’. 

Ada 3 (tiga) tingkatan orang berpuasa. Meliputi puasa orang kebanyakan (Shaum al-‘Umum), puasa khusus (Shaum al-Khusus), serta puasa khusus dari khusus alias spesial (Shaum al-Khusus al-Khusus).

Shaum al-‘Umum

Pada tingkatan ini, orang melaksanakan ibadah puasa hanya sekedar mencegah perut dari makan, minum dan menjaga diri dari godaan syahwat birahi semata. Bahkan model puasa seperti ini ditingkatkan dengan katagori puasa paling rendah dibandingkan dua model puasa lainnya. Artinya orang yang melaksanakan puasa dengan model ini, yakni berpuasa hanya sekadar memenuhi persyaratan dalam ibadah ini yaitu menahan lapar, haus, dan bersetubuh suami istri di siang hari. Mereka tetap mendapatkan balasan pahala, namun hanya sedikit.

Shaum al-Khusus
Model ini puasa tidak hanya sekadar menahan diri dari makan, minum dan bersenggama. Namun juga menahan indera dan alat gerak lainnya dari melakukan berbagai hal yang dilarang syariat. Mulai dari pendengaran, penglihatan, ucapan, hingga gerak tangan dan kaki diusahakannya agar tidak sampai melakukan tindakan maksiat. 

Shaum al-Khusus al-Khusus
Model puasa ini merupakan level puasa para Nabi, orang-orang shalih hingga para kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab pada tingkat puasa ini, hati juga berpuasa dari segala cita-cita hina, termasuk melepas dari segala pikiran duniawi, serta mencegah dari sisi lain selain Allah Subhanabu wa Ta’alaBahkan dalam tingkatan puasa ini, orang yang berpuasa tidak rela saat mereka justru lalai mengingat Allah ‘Azza wa Jalla. Sebab fokus ibadah puasa yang dilakukan pada tingkatan ini hanya semata-mata mengharap Ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga puasa level ini masuk katagori tingkatan paling utama. Wallahu A’lam.

Menjalankan puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi umat Islam. Di balik kewajiban tersebut, terdapat berbagai manfaat terkait kedekatan seorang muslim terhadap Allah. Manfaat dan hikmah ibadah puasa, dengan disimpulkan terdapat 8 manfaat puasa, yaitu meningkatkan ketakwaan, menghapus dosa, mengendalikan syahwat, memperbanyak sedekah, menyempurnakan ketaatan, meningkatkan rasa syukur, dan mencegah diri dari perbuatan maksiat.
Abu Hurairah meriwayatkan, Nabi Muhammad bersabda, "Jika bulan Ramadan datang, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (H.R. Muslim 1079).

Acara BINTAL selesai dan ditutup dengan membacakan Alhmadulillah. Jangan sampai Ramadhan datang dan berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa ada usaha maksimal dari kita untuk meraihnya dengan melakukan berbagai ibadah dan amal shalih. Semoga ramadhan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya.

Aamiin…aamiin.

bintal pertama2 2021

Acara selanjutnya seperti yang terjadwal adalah melaksanakan tadarrus yang telah dibagi mejadi beberapa kelompok. Di antara amal kebajikan yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan adalah tadarus Al-Quran. Tadarus Al-Quran berarti membaca, merenungkan, menelaah, dan memahami wahyu-wahyu Allah SWT yang turun pertama kali pada malam bulan Ramadhan (QS. Al-Baqarah : 185) Dengan tadarus Al-Quran, kandungan hikmah yang termuat dan terkumpul di dalam Al-Quran dapat menjadi kompas penunjuk jalan menuju kebenaran. sebelum kegiatan tadarus dimulai Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat memberi sedikit himbauan kepada pegawai Pengadilan Agama Rantauprapat agar kiranya dapat mendukung setiap kegiatan keagamaan yang telah kita jadwalkan.

Kemudian dihimbau kepada Kasubbag Kepegawaian agar dibuat SK Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat terkait dengan panitia pelaksanan kegiatan di bulan Ramadhan sampai dengan Idul fitri, mulai dari kagiatan shalat Dzuhur, Pembinaan Mental (BINTAL), Tadarus Alquran, pelaksanaan buka puasa bersama sampai dengan halal bi halal di Idul Fitri dengan penanggungjawab yaitu Bapak Wakil Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat.

Demikian himbauan dari Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat dan kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Tadarus Al-quran.

 

 

  • aaaaUCAPAN PELANTIKAN rahmat 2.jpg
  • abCAPAN ribat.jpg
  • bUCAPAN buniyamin.jpg
  • cUCAPAN buRABIAH.jpg