dyk 1 april 2021

dyk 2 april 2021

Rantauprapat I 09 April 2021

Menyambut bulan suci Ramadhan pertemuan rutin Dharmayukti Karini cabang Rantauprapat yang dilaksanakan di kantor Pengadilan Agama Rantauprapat Kelas IB diisi dengan kegiatan ceramah oleh Bapak Pelindung Bapak Drs, H Ribat S.H M.H ( Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat Kelas I-B). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 09 April 2021 pukul 09.00 di ruang sidang Pengadilan Agama Rantauprapat dengan dipimpin oleh Ketua Dharmayukti Karini Ibu Farida Hanum Ribat, S.H didampingi ibu Wakil Ketua DYK cab Rantauprapat.

Acara diawali dengan sambutan dari Ibu Ketua DYK, beliau menyampaikan bahwa menjelang bulan suci Ramadhan kiranya kita selalu dilimpahkan kesehatan agar dapat melaksanakan puasa dan kegiatan religi lainnya khusunya bagi yang beragama islam, kemudian saling bermaaf maafan. Dan saya pribadi atas nama ketua dan keluarga minta izin kepada semua ibu-ibu DYK cab Rantauprapat kiranya kita dapat kembali suci di hari yang fitri kelak. Kemudian saya selalu mengingatkan untuk tetap disiplin menghadiri acara pertemuan rutin baik yang diadakan di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, dan perduli terhadap rekan yang mengalami musibah sakit ataupun yang lainnya.

Ceramah adalah kegiatan yang telah ditunggu-tunggu oleh semua anggota DYK. Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat selaku Bapak Pelindung DYK menyempatkan diri untuk memberi pandangan atau pencerahan agama kepada ibu-ibu anggota DYK cab Rantauprapat.

Peran isteri terutama ibu-ibu anggota Dharmayukti karini cabang Rantauprapat dalam mendukung karir suami, inilah yang disampaikan dan dibahas oleh Bapak Drs. H. Ribat, S.H., M.H. dihadapan seluruh anggota DYK dan KBI. Kebahagiaan hidup berumah tangga merupakan nikmat besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala setelah nikmat iman dan islam. Oleh karenanya, pilar yang terpenting dalam rumahtangga adalah seorang istri, Ada beberapa yang wajib dipedomani seorang istri dalam mempersiapkan mentalnya dalam berumahtangga :

  • Ketergantungan terhadap suatu benda / materi jangan terlalu kuat.

Artinya, seorang istri tidak boleh terlalu mencintai materi atau terlalu banyak menginginkan barang sehingga merupakan bentuk tuntutan terhadap suami dan memicu suami untuk mencari jalan keluar lain untuk memenuhi kebutuhan isteri. Bisa jadi jalan yang ditempuh yaitu jalan yang tidak diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Banyak hadist, yang menggambarkan begitu mulia, terhormat, dan krusialnya peran seorang wanita yang tak lain kodratnya adalah sebagai istri dari suami mereka. Dalam sebuah Alhadist Syarif disebutkan bahwa Wanita (seorang ibu) itu adalah mengurus di dalam rumah suaminya dan mendidik putra- putrinya”. Dalam hadist lain disebutkan,Wanita itu ibarat sekolah, jika kalian mendidiknya dengan baik berarti kalian sedang mempersiapkan sebuah bangsa dengan baik (Al hadist)”. Ahlul Hikmah juga menyebutkan, wanita adalah tiang negara, apabila kaum wanita yang ada itu baik, maka baiklah negara itu, dan apabila wanita yang ada itu rusak, maka rusaklah Negara.

Sayangnya peran strategis dan krusial dari seorang wanita / isteri bagi suaminya masih belum dipahami oleh para wanita / isteri sehingga banyak membawa suami pada kegagalan bahkan masuk penjara. Bapak pelindung DYK (Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat) mengajak kepada para ibu-ibu DYK agar meningkatkan perannya sebagai pendamping suami dalam mendukung pekerjaan dan karir suami dengan cara mengembangkan kepribadian dan pengetahuan serta tidak menambah beban pekerjaan para suami. Menciptakan suasana yang nyaman bagi para suami baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan kerja dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas para suami sehingga pada akhirnya dapat meingkatkan karir para suami. Permasalahan rumah tangga dan anak anak di rumah sebisa mungkin diselesaikan secara mandiri oleh para isteri kalaupun harus diberitahukan kepada suami harus dilakukan dengan cara, waktu, tempat dan suasana yang santai dan menyenangkan sehingga tidak membuat para suami terbebani dan stress sehingga mempengaruhi kinerja para suami.

  • Jangan mencintai (suami) terlalu berlebihan

Jangan pernah berbangga diri dengan kondisi perasaan yang sedang kita miliki. Perasaan cinta, perasaan benci, perasaan apapun dalam diri kita. Kita tidak pernah tau hati manusia, sesekali ia senang namun terkadang berubah tidak senang.

Seperti pada salah satu hadits Nabi yang mengingatkan bahaya mencintai terlalu dalam. Beliau menyatakan: "Ahbib habibaka haunan ma, "asa an yakuuna baghidloka yauman ma. Wa abghidl baghidloka haunan ma, 'asa an yakuuna habibaka yauman man (cintailah kekasihmu  sekedarnya saja, boleh jadi kamu akan membencinya suatu ketika,. Dan bencilah orang yang kamu benci sewajarnya, boleh jadi suatu ketika kamu akan mencitainya; HR. Tirmidzi)

Hadits ini mengingatkan kita bagaimana labilnya perasaan cinta. Apalagi cinta yang hanya berdasar nafsu atau hal-hal yang terkait dengan urusan dunia.. Dalam buku Ali bin Abi Thalib karya Ali Audah dijelaskan bahwa salah satu parameter orang dalam memilih jodoh yang tepat sebagai pendamping hidup adalah karena agamanya agar rumah tangga menjadi sakinah mawaddah wa rahmah. Rasulullah SAW bersabda: 

"Tunkahul-mar-atu li-arba'in; limaliha wa lihisabiha wa lijamaliha wa lidiniha, fazhfur bi-dzati ad-dini taribat yadaaka." "Perempuan dinikahi karena empat alasan; karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, karena agamanya. Maka pilihlah yang karena agamanya, semoga engkau berhasil dan selamat."

Serangkaian kegiatan pertemuan rutin DYK cabang Rantauprapat dilanjutkan setelah selesainya ceramah. Serangkaian acaranya antara lain adanya doorprice, arisan rutin, demo jualan dari seksi ekonomi, dan terakhir pemberian tali kasih kepada anggota dyk yang mengalami musibah atau sakit.

dyk 3 april 2021

  • aaaaUCAPAN PELANTIKAN rahmat 2.jpg
  • abCAPAN ribat.jpg
  • bUCAPAN buniyamin.jpg
  • cUCAPAN buRABIAH.jpg