BINTAL 1 ETIKA DALAM BEKERJA           (Rantauprapat/ 11/09/2020), di Pagi hari Jum’at yang berkah ini, mengawali tugas pengabdian di Pengadilan Agama Rantauprapat, diisi dengan siraman rohani berupa pembinaan mental bagi segenap jajaran pegawai Pengadilan Agama Rantauprapat Kegiatan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 11-09-2020 dimulai tepat pada pukul 08.00 wib sampai dengan 9.30 wib, bertempat ruang tunggu Pengadilan Agama Rantauprapat . Acara langsung di buka oleh Sekretaris Pengadilan Agama Rantauprapat dengan mungcapkan basmallah. Segenap pegawai mulai dari Wakil Ketua Buniyamin S.Ag, Para hakim, Panitera, Sekretaris, pejabat struktural dan fungsional serta tenaga honorer Pengadilan Agama Rantauprapat.

          Selaku penceramah Bintal kali ini langsung dibawakan oleh Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat Drs. H. Ribat, S.H.,M.H, dengan materi etika bekerja dalam Islam. Beliau menyampaikan materi ceramah bintal dengan santai dan sesekali dibarengi dengan gelak dan tawa jama’ah.

Beberapa etika dalam bekerja.

  • Niat karena Allah SWT.

Bekerja karena Allah SWT merupakan hal yang sangt pokok dalam Islam, sehingga seorang pegawai landasan bekerjanya bukan karena mengharap pamrih atau penghargaan dari atasan atau orang lain. Orang yang bekerja dengan niat kerana Allah swt, adalah orang merdeka dan tidak dibebani dengan hal-hal lain yang menjadi ambisinya, sehingga ia dapat bekerja dengan selurus-lurusnya. Tegas ketua.

  • Itgan (sungguh-sungguh)

bekerja sungguh-sungguh, dengan kemauan dan tekad yang bulat, ini akan melahirkan kekuatan energi di dalam bekerja. Dalam sebuah hadis Rasul bersabda yang artinya: sesungguhnya Allah mencintai apabila seorang bekerja dengan sungguh-sungguh dalam menyempurnakan pekerjaannya. (hadist riwayat imam Tabrani).

  • Jujur dan Amanah

Pekerja yang jujur adalah pekerja yang tidak mau mengambil sesuatu yang bukan haknya, disamping itu dia akan menunaikan dengan baik segala sesuatu yang menjadi tanggungjawabnya. Makanya Rasul menempatkan posisi pekerja yang jujur di surga dengan para nabi, syuhada. Bila dalam diri pekerja tidak ada kejujuran, maka akan sulit untuk dapat melaksanakan pekerjaan, karena orang tidak akan percaya, apalagi dalam dunia usaha kejujuran merupakan pilar utama dalam berusaha.

  • Tidak melanggar prinsip syari’ah.

Seorang muslim akan menjaga dirinya ketika bekerja dari yang haram, begitu juga tidak akan  menghalalkan segala cara demi keuntungan. Karena rezki yang diperoleh dengan cara melanggar syari’at akan jauh dari keberkahan. Syari’at telah mengatur agar kehidupan dunia kerja bisa berjalan harmoni tanpa ada yang dizalimi. Pangkas ketua.

  • Menjaga Ukhuwah islamiyah.

Persatuan dan kekompakan dalam bekerja merupakan jalan meraih produktifitas. Seorang pekerja muslim akan tetap istiqomah menjaga persaudaraan Islam meskipun tidak ada hubungan darah. Sesama muslim di ikat dengan kesamaan aqidah yaitu aqidah Islamiyah. Dan sesama muslim harus saling tolong menolong, meringankan beban dan masalah saudaranya. Friman allah, sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah mereka (alquran surah la-Hujarat ayat 10)

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa hampir  satu jam tausiyah disampaikan, semoga saja dengan materi bintal pagi ini akan menjadi pedoman bagi segenap warga Peradilan Agama Rantauprapat dalam bekerja kedepannya. (Insya Allah..by RR)

BINTAL 2 ETIKA DALAM BEKERJA

  • aaaaUCAPAN PELANTIKAN rahmat 2.jpg
  • aaaturut berduka cita bapak Aminuddin.jpg
  • aaUCAPAN pak habib .jpg
  • abCAPAN ribat.jpg
  • bUCAPAN buniyamin.jpg
  • cUCAPAN buRABIAH.jpg
  • UCAPAN aidil.jpg
  • UCAPAN Alpun.jpg
  • UCAPAN bakti.jpg
  • UCAPAN joni.jpg
  • UCAPAN  kurniawan.jpg
  • UCAPAN  SUHAIMI SE.jpg
  • UCAPAN suhatta.jpg
  • UCAPAN syai.jpg
  • UCAPAN ZUKRI.jpg
  • zturut berduka.jpg