SOSIALISASI menkum 1

( Rantauprapat/ 10/09/2020)  Kemenkum HAM RI Kantor Wilayah Sumatera Utara menyelenggarakan Sosialisasi Balai Harta Peninggalan (BHP) di Rantauprapat pada hari Kamis tanggal 10 September 2020 pukul 09.00 s/d 12.00 Wib bertempat di Hotel Platinum Rantau Perapat.

Kegiatan sosialisasi BHP dihadiri oleh berbagai unsur terdiri dari Pengadilan Negeri , Pengadilan Agama, kejaksaan, para notaris, Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM), Organisasi, tokoh masyarakat dan Agama.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Sekretaris Balai Harta Peninggalan Wilayah Sumatera Utara, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi dengan Narasumber dari internal Kemenkum Ham wilayah Sumatera Utara, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Labuhan Batu  Bpk Sahnan Siahaan,

Sejarah Balai harta Peninggalan (BHP)

     Dalam pemaparannya belaiau mengungkapkan sejarah BHP Sejarah dan pembentukan Balai Harta Peninggalan dimulai dengan masuknya bangsa Belanda ke Indonesia pada tahun 1596, yang pada mulanya mereka datang sebagai pedagang. Dalam dunia perdagangan di Indonesia mereka bersaing dengan pedagang-pedagang asing lainnya, seperti Cina, Inggris, dan Portugis yang memiliki armada-armada besar. Untuk menghadapi persaingan tersebut orang-orang Belanda kemudian pada tahun 1602 mendirikan suatu perkumpulan dagang yang diberi nama ''Vereenigde Oost Indische Companie'' disingkat VOC, yang oleh bangsa kita disebut ''Kompeni''.

Lama kelamaan kekuasaan VOC di Indonesia semakin meluas, maka akhirnya timbullah kebutuhan bagi para anggotanya khusus dalam mengurus harta kekayaan yang ditinggalkan oleh mereka bagi kepentingan para ahli waris yang berada di Nederland, anak-anak yatim piatu dan sebagainya. Untuk menanggulangi kebutuhan itulah oleh Pemerintah Belanda dibentuk suatu lembaga yang diberi nama ''Wees-en Boedelkamer'' atau ''Weskamer'' (Balai Harta Peninggalan) pada tanggal 1 Oktober 1624 berkedudukan di Jakarta. Sedangkan pendirian Balai Harta Peninggalan didaerah lain sejalan pula dengan kemajuan territorial yang dikuasai VOC, untuk memenuhi kebutuhan orang-orang VOC.

SOSIALISASI menkum 2

Tugas pokok BHP

Disamping itu banyak tugas pokok lainnya yang diemban oleh BHP diantaranya a. Pengampu atas anak yang masih dalam kandungan (Pasal 348 KUH Perdata); b. Pengurus atas diri pribadi dan harta kekayaan anak-anak yang masih belum dewasa, selama bagi mereka belum diangkat seorang wali (Pasal 359 ayat terakhir KUH Perdata) ; c. Sebagai wali pengawas (Pasal 366 KUH Perdata) ; d. Mewakili kepentingan anak-anak belum dewasa dalam hal adanya pertentangan dengan kepentingan wali (Pasal 370 KUH Perdata) ; e. Mengurus harta kekayaan anak-anak belum dewasa dalam hal pengurusan itu dicabut dari wali mereka (Pasal 338 KUH Perdata) ; f. Pengurusan harta peninggalan yang tak ada kuasanya / onbeheerde nalatenschappen (pasal 1126, 1127 dan 1128 KUH Perdata) ; g. Pengurusan budel-budel dari orang-orang yang tidak hadir / boedels van afwezigen (Pasal 463 BW) ; h. Pengurusan budel-budel dari orang-yang berada di bawah pengampuan karena sakit jiwa atau pemboros dan lain lain.

Berbagai pertanyaan dan masukan.

          Dalam sesi tanya jawab dari peserta banyak terungkap masalah yang sering terjadi di masyarakat berkaitan dengan masalah warisan dan pernikahan. Dimana harta warisan yang ditinggalkan tidak memilki ahli waris, sementara BHP yang dibentuk saat ini oleh Pemerintah sangat terbatas, untuk BHP Medan saja meliputi enam provinsi. Sudah barang tentu persoalan ini tidak bisa dicver oleh BHP Medan mengingat luasnya wilayah yurisdiksi BHP Medan.

SOSIALISASI menkum 1

Begitu juga masalah anak terlantar akibat perceraian atau meninggal kedua orang tuanya, sementara ahli waris anak tersebut tidak mau bertanggungjawab terhadap anak tersebut. Ketua Pengadilan Agama Rantau Prapat Drs. H. Ribat, S.H., M.H. yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mencoba memberikan informasi berkaitan dengan kewenangan Peradilan Agama dalam masalah warisan dan perwalian, agar terjadi kesepahaman bagi lembaga BHP, Pengadilan Agama dan juga   masyarakat.

          Menjelang siang, acara sosialisasi bekahir pada pukul 12.00 Wib, para peserta dipersilakan untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh panitia, semua peserta merasakan mamfaat dari pertemuan ini, minimal negara telah berusaha untuk melayani dan menjawab kebutuhan masyarakat berkaitan harta peninggalan dan pengawasan terhadap wali pengampu bila kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. (sukses... by RR)

  • aaaaUCAPAN PELANTIKAN rahmat 2.jpg
  • aaaturut berduka cita bapak Aminuddin.jpg
  • aaUCAPAN pak habib .jpg
  • abCAPAN ribat.jpg
  • bUCAPAN buniyamin.jpg
  • cUCAPAN buRABIAH.jpg
  • UCAPAN aidil.jpg
  • UCAPAN Alpun.jpg
  • UCAPAN bakti.jpg
  • UCAPAN joni.jpg
  • UCAPAN  kurniawan.jpg
  • UCAPAN  SUHAIMI SE.jpg
  • UCAPAN suhatta.jpg
  • UCAPAN syai.jpg
  • UCAPAN ZUKRI.jpg
  • zturut berduka.jpg